Makna Lagu Nella Kharisma Sukete Tonggo, Lirik & Chord Gampang Lengkap

Makna Lagu Nella Kharisma – Sukete Tonggo ceritaIN tentang arti Jadi, Sukete Tonggo tuh kayak curhatan temen yang dikhianatin, padahal udah sayang banget, tapi doi malah ngelirik yang lain, nyesek abis! . 馃挰

Transpose
C D E F G A B

Musisi : Nella Kharisma
Judul : Sukete Tonggo
Pencipta :
Album :
Rilis :
Produser :
Genre :

Makna Lagu Nella Kharisma 路 Sukete Tonggo

Tentu, ini dia interpretasi makna lagu “Sukete Tonggo” dari Nella Kharisma sesuai format yang Anda berikan:

Intro:
Intro lagu yang ceria dan khas dangdut ini mengawali cerita tentang perasaan yang terluka dan pengkhianatan cinta.

Bait 1:
apuwo riko tego
mungkir ring endah janji-janji
jare isun hang riko demen
tapi wong liyo hang di angen..

Menanyakan mengapa seseorang (riko) tega mengingkari janji-janji manis yang pernah diucapkan. Padahal, ia (isun) merasa dicintai, tetapi ternyata orang lain yang ada di dalam hati.

Bait 2:
loro rasane ati
isun sing tau di regani
sembarangan wes sun elungno
magih ngelirik sukete tonggo..

Menggambarkan sakitnya hati karena merasa tidak dihargai. Segala cara sudah dilakukan (sembarangan wes sun elungno), namun orang yang dicintai masih saja melirik “rumput tetangga” (sukete tonggo), yang berarti orang lain.

Musik:
Musik jeda memberikan kesempatan bagi pendengar untuk merasakan emosi sedih dan kecewa yang disampaikan dalam bait-bait sebelumnya.

Reff:
sego wes kadung dadi jenang
karuan baen di santeni
mergo ati wes kadung wirang
mesisan isun ceburi..

piring beling ojo di banting
kurebno nong nduwur pelonco
hang di sanding sing welas maning
saben ndino keronto-ronto..

Bagian reffrain menggunakan metafora yang kuat. “Sego wes kadung dadi jenang” (nasi sudah menjadi bubur) melambangkan situasi yang sudah tidak bisa diperbaiki. Lebih baik “di santeni” (diberi santan) yang berarti menerima keadaan dan mencoba menghadapinya dengan lebih baik.
Ungkapan “ati wes kadung wirang, mesisan isun ceburi” (hati sudah terlanjur malu, lebih baik aku ceburkan saja) menunjukkan perasaan putus asa dan ingin mengakhiri penderitaan.
“Piring beling ojo di banting, kurebno nong nduwur pelonco” (piring kaca jangan dibanting, telungkupkan di atas pelonco) adalah nasihat bijak untuk tidak melakukan tindakan bodoh atau merusak karena emosi. Lebih baik menyembunyikan rasa sakit dan malu.
Kalimat “hang di sanding sing welas maning, saben ndino keronto-ronto” (yang disanding tidak sayang lagi, setiap hari merana) menegaskan bahwa orang yang dicintai sudah tidak peduli, sehingga menyebabkan penderitaan setiap hari.

Musik:
Jeda musik memberikan kesempatan bagi pendengar untuk merenungkan makna reffrain yang mendalam.

Outro:
Outro mengulang kembali pesan dalam reffrain, memperkuat perasaan sedih, kecewa, dan putus asa, namun juga memberikan sedikit harapan untuk menerima keadaan dan tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri.

Makna Keseluruhan Lagu:

Lagu “Sukete Tonggo” dari Nella Kharisma ini menceritakan tentang sakit hati dan kekecewaan mendalam karena cinta yang bertepuk sebelah tangan. Orang yang dicintai ternyata lebih tertarik pada orang lain (melirik “rumput tetangga”). Lagu ini menggambarkan perasaan tidak dihargai, putus asa, dan keinginan untuk mengakhiri penderitaan. Namun, di sisi lain, lagu ini juga memberikan pesan bijak untuk menerima keadaan, tidak melakukan tindakan bodoh karena emosi, dan berusaha untuk tidak terus meratapi nasib.

Baca Juga:

  • Chord Nella Kharisma 路 Sukete Tonggo
  • Lirik Nella Kharisma 路 Sukete Tonggo
  • [fozura_musikin_az_musisi type=”makna_lagu”]

    MeLirik Lagu Nella Kharisma – Sukete Tonggo

    Salam #MasBro #MbakBro
    Yuk MeLirik makna/artinya

    1. Nella Kharisma – Sukete Tonggo?

    Apa arti lagu ini?
    Maknanya menceritakan tentang apa?

    Nanti kami akan wawancara musisinya. Kita ceritain disini nanti ya.

    2. musikIN

    Aduh, lagu “Sukete Tonggo” ini nyesek banget! Ceritanya tentang dikhianati, padahal udah sayang banget. Si “riko” malah ngelirik yang lain, kan sakit!

    “Loro rasane ati” beneran deh! Udah gak dihargai, semua usaha sia-sia. Malah “magih ngelirik sukete tonggo”, alias rumput tetangga lebih hijau. Duh, miris!

    Reff-nya dalem banget! Nasi udah jadi bubur, yaudah deh. Tapi tetep aja malu, pengen nyebur aja rasanya! Tapi inget, piring jangan dibanting! Jangan kalap ya.

    Intinya, lagu ini ngajak kita buat nerima kenyataan pahit. Gak usah maksain kalo emang gak bisa. Udah, ikhlasin aja! Gimana, relate gak? Share ke temen atau keluarga yang lagi galau yuk!

    3. namamu disini

    [fozura_musikin_banner_melirik]

    Semoga bermanfaat.
    Seneng bisa berbagi.

    [fozura_musikin_banner_pasangin]

    Terbit

    dalam

    karya

    Comments

    Tinggalkan Balasan