Makna Lagu Marjinal – D3 (Disunat Dipotong Dicincang) ceritaIN tentang arti Bro, lagu D3 Marjinal tuh intinya nyeritain betapa nggak adilnya hidup buat orang miskin yang kayak dicincang-cincang sama sistem, sedih banget dah pokoknya! Jangan lupa share ya, biar makin banyak yang peduli! . 馃挰
| Musisi | : | Marjinal |
| Judul | : | D3 (Disunat Dipotong Dicincang) |
| Pencipta | : | … |
| Album | : | … |
| Rilis | : | … |
| Produser | : | … |
| Genre | : | … |
Makna Lagu Marjinal 路 D3 (Disunat Dipotong Dicincang)
Oke, ini dia analisis makna lagu “D3 (Disunat Dipotong Dicincang)” dari Marjinal, sesuai format yang kamu berikan:
Intro:
Nada pembuka yang khas Marjinal, kasar namun mengandung semangat perlawanan. Membangun suasana keprihatinan dan kemarahan.
Bait 1:
banyak dari teman-temanku
lahir dari keluarga miskin
di mana engkau enggan melihatnya
di sana tak sederhana
tak ada lagi banyak pilihan
Menyatakan bahwa banyak teman-teman si penyanyi berasal dari keluarga miskin. Kemiskinan ini membuat kehidupan mereka tidak sederhana dan pilihan hidup mereka terbatas, bahkan seringkali diabaikan oleh orang lain.
Bait 2:
di antara bising kereta
dan sudut-sudut kumuhnya pasar
di bawah terik matahari
di sana tak sederhana
tersangkut tajamnya pagar berduri
Menggambarkan lingkungan yang keras dan kumuh tempat teman-teman tersebut tinggal: dekat rel kereta api, pasar yang kotor, dan panas terik matahari. Kehidupan mereka digambarkan “tersangkut” masalah seperti pagar berduri yang menyakitkan.
Bait 3:
pelajar yang putus sekolah
perempuan dan pekerja kasar
di bawah beban yang dipikulnya
mereka tak sederhana
Terjebak pilihan yang berbahaya
Fokus pada kelompok-kelompok rentan: pelajar putus sekolah, perempuan, dan pekerja kasar. Mereka terbebani masalah dan terpaksa memilih jalan yang berbahaya karena tidak ada pilihan lain.
Reff:
tidur beralas tikar,
dingin beratap mimpi
tapi semuanya sirna
oleh kenyataan
kepala jadi kaki,
kaki jadi kepala
disunat dipotong-potong
dicincang-cincang
Reff ini sangat kuat dan menjadi inti lagu. “Tidur beralas tikar, dingin beratap mimpi” melambangkan impian orang miskin yang sederhana. Namun, impian itu hancur oleh kenyataan pahit. Frasa “kepala jadi kaki, kaki jadi kepala” adalah metafora untuk kondisi yang serba terbalik dan tidak adil. “Disunat dipotong-potong dicincang-cincang” menggambarkan bagaimana sistem (atau penguasa) memperlakukan rakyat kecil dengan kejam, menghilangkan hak-hak mereka, dan menghancurkan kehidupan mereka.
Musik:
Jeda instrumental memberikan waktu untuk merenungkan lirik yang baru saja didengar. Tetap dengan nuansa keras dan penuh amarah.
Bait 4:
banyak dari teman temanku
yang hidup di jalan sana
di mana kau tak merindukanya
mereka kian tersiksa
tergusur gagahnya gedung
yang somse (sombong sekali ah!)
Kembali menegaskan keberadaan teman-teman yang hidup di jalanan, orang-orang yang seringkali tidak dipedulikan. Mereka semakin menderita karena digusur pembangunan yang hanya menguntungkan pihak yang “somse” (sombong).
Bait 5:
di balik trali yang suram
dan di pinggir keangkuhan
bergelut dengan kegelapan
tersungkur di kaki besi
tertembus panasnya timah kebencian
Menggambarkan kondisi mereka yang terpinggirkan, di balik jeruji penjara (baik fisik maupun metaforis). Mereka berjuang dalam kegelapan, tersungkur di bawah kekuasaan yang kejam, dan menjadi korban kebencian.
==Kembali ke: Reff [2x]
Penegasan kembali pesan utama lagu tentang ketidakadilan dan penderitaan yang dialami rakyat kecil.
Outro:
disunat dipotong-potong dicincang-cincang
disunat dipotong-potong dicincang-cincang
disunat dipotong-potong dicincang
disunat dipotong-potong dicincang
disunat dipotong-potong dicincang-cincang
Hancur Minah!!
Pengulangan frasa “disunat dipotong-potong dicincang-cincang” di akhir lagu semakin menekankan betapa sistematisnya penindasan dan penghancuran kehidupan rakyat kecil. Teriakan “Hancur Minah!!” adalah ekspresi kemarahan dan keputusasaan yang mendalam.
Kesimpulan:
Secara keseluruhan, lagu “D3 (Disunat Dipotong Dicincang)” dari Marjinal adalah sebuah protes keras terhadap ketidakadilan sosial, kemiskinan, dan penindasan yang dialami oleh rakyat kecil. Lagu ini menggambarkan kehidupan yang sulit dan keras yang dihadapi oleh orang-orang yang terpinggirkan, serta bagaimana sistem (atau penguasa) memperlakukan mereka dengan kejam, menghilangkan hak-hak mereka, dan menghancurkan impian mereka. Lagu ini adalah seruan untuk membangkitkan kesadaran dan melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan.
Baca Juga:
[fozura_musikin_az_musisi type=”makna_lagu”]
MeLirik Lagu Marjinal – D3 (Disunat Dipotong Dicincang)
Salam #MasBro #MbakBro
Yuk MeLirik makna/artinya
1. Marjinal – D3 (Disunat Dipotong Dicincang)?
Apa arti lagu ini?
Maknanya menceritakan tentang apa?
Nanti kami akan wawancara musisinya. Kita ceritain disini nanti ya.
2. musikIN
Jadi gini bro, lagu “D3” dari Marjinal ini tuh nyeritain pedihnya hidup orang-orang miskin yang sering diabaikan. Mereka lahir dari keluarga nggak punya, hidup susah di lingkungan kumuh, dan nggak punya banyak pilihan.
Lagu ini ngebahas tentang pelajar putus sekolah, perempuan, pekerja kasar yang kejebak dalam pilihan berbahaya karena tekanan hidup. Mereka kayak nggak punya harapan, hidupnya kayak dipotong-potong dan dicincang-cincang sama keadaan.
Reff-nya tuh ngena banget! Mimpi-mimpi mereka hancur lebur sama kenyataan pahit. Keadaan kayak kebalik, yang bener jadi salah, dan mereka diperlakukan nggak adil sama sistem yang berkuasa.
Lagu ini tuh kayak teriakkan kemarahan sama ketidakadilan sosial. Mereka ngerasa digusur, ditindas, dan nggak punya suara. “Hancur Minah!!” itu tuh ungkapan frustrasi dan keputusasaan yang mendalam.
Gimana? Ngena banget kan lagunya? Yuk, share ke temen dan keluarga biar makin banyak yang sadar!
3. namamu disini
[fozura_musikin_banner_melirik]Semoga bermanfaat.
Seneng bisa berbagi.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.