Intro: » Bagian intro membawa pendengar ke suasana yang penuh kebingungannya, seakan-akan memulai perjalanan reflektif tentang hubungan dan pencarian makna. Ada kesan bahwa ini adalah pembukaan untuk cerita yang lebih besar.
Bait 1: Baskara Oh I thought it was over » Aku kira semuanya sudah berakhir With all these broken spines » Dengan semua patah hati ini We argue we fight » Kita bertengkar, kita berkelahi Talks were cold extra shiver » Pembicaraan terasa dingin, lebih menggigil 30 days were all night » Tiga puluh hari seperti malam yang tanpa ujung no sunshine no sight » Tanpa matahari, tanpa harapan
» Di bait pertama, Baskara menggambarkan kelelahan emosional dalam hubungan yang penuh pertengkaran dan rasa dingin. Semua yang terjadi terasa seperti kegelapan tanpa cahaya.
Bait 2: Baskara Old school taxi and uber » Taksi jadul dan Uber We fight Why cant our road be as one? » Kita bertengkar, kenapa jalan kita tak bisa jadi satu?
» Bait kedua ini mencerminkan kontras antara dua pilihan, seperti perbedaan pandangan dalam hubungan. Tapi pertanyaan ini lebih dalam: kenapa kita nggak bisa menyatu?
Bridge: Baskara Tear down this border » Robohkan batas ini We share the same mother » Kita punya ibu yang sama Our foes aligned » Musuh kita bersatu Dreams intertwined » Impian kita saling terkait Blow off your steam » Lepaskan amarahmu Oh tomorrow is fine » Oh, besok akan baik-baik saja
» Bridge ini mengajak untuk melepaskan amarah, mengatasi perbedaan, dan melihat hari esok sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Ada optimisme untuk mempersatukan kembali yang terpecah.
Reff: Baskara Share our promised land this time » Bagikan tanah janji kita kali ini Jerusalem’s not just mine » Yerusalem bukan hanya milikku Jerusalem’s not just mine……. No…. » Yerusalem bukan hanya milikku… Tidak…
» Reff ini berbicara tentang berbagi dan memperjuangkan sesuatu yang lebih besar bersama, menggambarkan kesadaran bahwa sesuatu yang dianggap sebagai milik pribadi, sebenarnya adalah milik bersama. “Yerusalem” di sini bisa melambangkan tempat harapan atau perdamaian.
Bait 3: Rubina Oh I got dreams without fever » Oh, aku punya impian tanpa demam Of a place I could call home » Tempat yang bisa kusebut rumah A place I share with some » Tempat yang bisa kubagi dengan orang lain Leave behind all this sickness and bruises » Meninggalkan semua rasa sakit dan luka ini That you inflict upon me » Yang kau beri padaku That I inflict upon you » Yang aku beri padamu
» Bait ketiga ini membawa pesan tentang impian untuk menemukan kedamaian, meninggalkan luka yang tercipta dari hubungan yang penuh konflik. Rubina mengungkapkan keinginan untuk menyembuhkan dan berbagi kehidupan yang lebih baik.
Bait 4: Rubina Fender and Gibson » Fender dan Gibson Why do we fight? » Kenapa kita bertengkar? Why can’t we both rhyme as one? » Kenapa kita nggak bisa bersatu seperti irama yang harmonis?
» Bait ini menyentuh tentang perbedaan dalam hal-hal kecil yang sering memicu pertengkaran (misalnya, dua merek gitar legendaris: Fender dan Gibson). Ada ajakan untuk bersatu dan menciptakan harmoni.
Bridge: Rubina Tear down this border » Robohkan batas ini We share the same mother » Kita punya ibu yang sama Our foes aligned » Musuh kita bersatu Dreams intertwined » Impian kita saling terkait Blow off your steam » Lepaskan amarahmu Tomorrow is fine » Besok akan baik-baik saja
» Bridge ini mengulang pesan dari sebelumnya, dengan mengingatkan untuk menghancurkan batasan yang memisahkan dan menemukan kesamaan untuk bergerak maju bersama.
Reff: Rubina Share our promised land this time » Bagikan tanah janji kita kali ini Jerusalem’s not just mine » Yerusalem bukan hanya milikku Share our promised land this time » Bagikan tanah janji kita kali ini Jerusalem’s not just mine » Yerusalem bukan hanya milikku Share our promised land this time » Bagikan tanah janji kita kali ini Jerusalem’s not just mine » Yerusalem bukan hanya milikku Share our promised land this time » Bagikan tanah janji kita kali ini Jerusalem’s not just mine » Yerusalem bukan hanya milikku
» Pengulangan di reff ini menggambarkan betapa pentingnya pesan persatuan dan berbagi. Rubina mengingatkan kita untuk berbagi harapan dan impian bersama, tanpa merasa memiliki apa yang sebenarnya milik bersama.
Outro: I spoke a lot » Aku berbicara banyak Don’t think know it was necessary » Tapi aku nggak tahu apakah itu perlu She shook her head » Dia menggelengkan kepala Let out a sigh » Menghela napas Suddenly the ground was shaking » Tiba-tiba tanah bergetar Eyes blinded by light » Mata tertutup cahaya Back in a cafe in Jakarta » Kembali di sebuah kafe di Jakarta I looked around and she wasn’t there » Aku melihat sekeliling dan dia tidak ada di sana Amazed » Terkejut Such magic » Begitu ajaib Applause » Tepuk tangan Curtain call » Panggilan tirai But wait » Tapi tunggu Whom did I talk to? » Dengan siapa aku berbicara? Then again I was in a cafe in Jakarta » Tapi kembali lagi aku di kafe di Jakarta The music was loud » Musiknya keras They were playing Kendrick » Mereka memainkan Kendrick Doesn’t fit the place’s branding » Nggak cocok dengan branding tempat ini But well, whatever » Tapi yaudah, nggak masalah It was good » Itu enak I should shut up and enjoy my latte » Aku harus diam dan nikmati lataku So either way it doesn’t matter » Jadi nggak masalah apapun If I spoke with myself » Kalau aku berbicara dengan diriku sendiri If I spoke with society » Kalau aku berbicara dengan masyarakat Or if » Atau kalau God spoke to me last night » Tuhan berbicara padaku tadi malam
» Outro ini menggambarkan momen refleksi yang membingungkan, di mana kenyataan dan imajinasi bercampur. Ada pertanyaan tentang siapa yang sebenarnya dia ajak bicara, apakah itu dirinya sendiri, masyarakat, atau bahkan Tuhan. Ini mengundang pendengar untuk merenung tentang makna kehidupan dan pengalaman yang mereka jalani.
Lagu ini menangkap perasaan campur aduk dalam hubungan yang penuh konflik.
Penyanyi merasakan sakit dan kelelahan dari argumen yang tak ada habisnya, seakan semua harapan sudah hilang. 😩.
Di bait kedua, ada kerinduan untuk bersatu meski banyak perbedaan.
Dia menggambarkan perjalanan yang penuh gesekan, berharap mereka bisa menemukan jalan yang sama dan harmonis. 🚗💔.
Bridge-nya sangat kuat! Di sini, dia mengajak untuk merobohkan batasan dan menyadari bahwa kita semua punya mimpi yang sama.
Meski ada perpecahan, ada harapan untuk saling memahami dan melangkah bersama. 🌍✨.
Reff-nya bikin kita merenung, karena Yerusalem bukan hanya milik satu pihak.
Ini adalah panggilan untuk berbagi, menunjukkan bahwa kedamaian dan kebersamaan jauh lebih berharga daripada perselisihan. 🌈✌️.
Jadi, jika kamu merasakan semangat dari lagu ini, share ke teman dan keluargamu biar mereka juga merasakan vibes positifnya! 💖.
Jangan lupa streaming di platform musik kesayangan kalian lewat hp dan laptop masing-masing! Atau di smartwatch kesayangan kalian.
3. namamu disini
Lagu Jerusalem karya .Feast ngegambarin perjuangan emosi dan harapan buat ngatasin perpecahan dan konflik. Vokalis, Baskara Putra, merindukan kesatuan dan kedamaian. Pesan buat saling berbagi mimpi dan ngatasin luka-luka masa lalu jadi poin penting dari lagu ini. [fozura_musikin_banner_melirik]
Chord
Cari chord lagu All I Can Say karya Kali Uchis? Cek di sini [link]
FAQ
Apa aja sih Fertanyaan Aku paling sering ditanyaQin?
Lagu .Feast ngaitin pengalaman pribadi dengan realitas sosial yang umum, ngegambarin gimana tekanan sekitar bisa mendorong seseorang untuk menyembunyikan jati diri yang sebenarnya.
Apa makna lagu arti .Feast?
Lagu ini menggambarkan bagaimana seseorang mungkin merasa terjebak dalam situasi yang tidak membawa kebahagiaan dan berusaha mencari pelarian dari kenyataan pahit tersebut.
Lagu O, Tuan menceritakan apa?
Lagu O, Tuan karya .Feast soal merenungkan bahwa kematian itu bagian kehidupan dan harus belajar untuk menerima dan menghadapinya. Lagu ini juga menggukana aspek simbolisme.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.