Makna Lagu Iwan Fals – 1910 [19 Oktober] ceritaIN tentang arti Oke deh, gini aja yaEh, lagu 1910 tuh nyesek banget, kayak ngajak kita mikir kenapa sih Indonesia sering banget ketimpa musibah dan yang berkuasa kayak kurang gercep gitu lho. 馃挰
| Musisi | : | Iwan Fals |
| Judul | : | 1910 [19 Oktober] |
| Pencipta | : | … |
| Album | : | … |
| Rilis | : | … |
| Produser | : | … |
| Genre | : | … |
Makna Lagu Iwan Fals 路 1910 [19 Oktober]
Tentu, berikut adalah interpretasi makna lagu “1910 [19 Oktober]” dari Iwan Fals, sesuai dengan format yang Anda berikan:
Intro:
禄 Intro yang melankolis dan sederhana ini membangun suasana duka dan kesedihan, seolah menyiapkan pendengar untuk kisah tragis yang akan diceritakan.
Bait 1:
apa kabar kereta yang
terkapar disenin pagi
digerbong mu ratusan orang yang mati
hancurkan mimpi bawa kisah
air mata..air mata
禄 Bait ini secara langsung menanyakan tentang nasib kereta yang hancur di hari Senin pagi. Menggambarkan kejadian tragis dengan ratusan korban jiwa yang memupuskan harapan dan meninggalkan duka mendalam.
Int.
禄 Instrumental ini memberikan jeda untuk meresapi kesedihan dan kengerian dari peristiwa yang baru saja digambarkan, memperkuat suasana melankolis.
Bait 2:
belum usai peluit
belum habis putaran roda
aku dengar jerit dari bintaro
satu lagi catatan sejarah
air mata…air mata
禄 Bait ini mempertegas bahwa tragedi terjadi di tengah aktivitas yang masih berlangsung, menambahkan kesan tiba-tiba dan tak terduga. Menyebut “jerit dari Bintaro” mengacu pada lokasi kejadian, menjadikannya nyata dan spesifik.
Bait 3:
berdarahkah tuan…
yang duduk dibelakang meja
atau cukup hanya ucapan
bela sungkawa..aku..bosan..
禄 Bait ini berisi kritik sosial yang tajam. Menyindir para penguasa atau pihak yang bertanggung jawab yang hanya memberikan ucapan belasungkawa tanpa tindakan nyata. Ekspresi “aku bosan” menunjukkan kekecewaan dan kemarahan terhadap ketidakpedulian.
Bridge:
lalu terangkat semua beban dipundak
semudah itukah luka luka terobati..
禄 Bagian ini menyuarakan ironi dan ketidakadilan. Menggambarkan bagaimana pihak yang berwenang seolah mudah melepaskan tanggung jawab, seolah luka dan trauma bisa sembuh dengan mudah.
Chorus:
nu..san..ta..ra
tangismu terdengar lagi
nu..san..ta..ra..
derita bila berhenti
bilakah..bilakah..
禄 Chorus ini mengangkat tema nasionalisme dan penderitaan yang terus berulang di Nusantara. Pertanyaan “bilakah” menunjukkan harapan dan kerinduan akan akhir dari penderitaan tersebut.
Int.
禄 Instrumental ini memberikan waktu untuk merenungkan penderitaan yang terus berulang dan harapan akan perubahan.
Bait 4:
19 oktober tanah jakarta berwarna merah
meninggalkan tanya yang takterjawab
bangkai kereta lemparkan amarah
airmata..airmata..
禄 Bait ini kembali menggambarkan tragedi secara lebih eksplisit, menyebutkan tanggal (19 Oktober) dan dampaknya. “Bangkai kereta lemparkan amarah” menunjukkan kemarahan dan frustrasi akibat kejadian tersebut.
Chorus:
nu..san..ta..ra..
langitmu saksi kelabu
nu..san..ta..ra
terdengar lagi tangis mu
nu..san..ta..ra
kau simpan kisah kereta
nu..san..ta..ra
kabarkan marah sang duka
禄 Chorus ini memperkuat tema nasionalisme dan penderitaan. Menggambarkan bagaimana Nusantara menjadi saksi dari kejadian tragis dan menyimpan kenangan pahit tersebut.
Outro:
禄 Outro ini mengakhiri lagu dengan nada kepedihan dan kemarahan, menyampaikan pesan bahwa duka dan amarah akibat tragedi tersebut masih terasa.
Kesimpulan Umum:
Lagu “1910 [19 Oktober]” adalah lagu balada yang menggambarkan tragedi kecelakaan kereta api di Bintaro pada tanggal 19 Oktober. Lagu ini bukan hanya tentang kesedihan dan kehilangan, tetapi juga tentang kritik sosial terhadap ketidakpedulian dan ketidakadilan. Iwan Fals menggunakan lirik yang sederhana namun kuat untuk menyampaikan pesan tentang penderitaan yang terus berulang di Nusantara.
Baca Juga:
[fozura_musikin_az_musisi type=”makna_lagu”]
MeLirik Lagu Iwan Fals – 1910 [19 Oktober]
Salam #MasBro #MbakBro
Yuk MeLirik makna/artinya
1. Iwan Fals – 1910 [19 Oktober]?
Apa arti lagu ini?
Maknanya menceritakan tentang apa?
Nanti kami akan wawancara musisinya. Kita ceritain disini nanti ya.
2. musikIN
Intinya, lagu “1910 [19 Oktober]” dari Iwan Fals ini nyeritain tragedi kecelakaan kereta api di Bintaro. Sedih banget, kayak ngingetin kita sama kejadian pahit yang pernah terjadi di negara kita.
Gak cuma sedih-sedihan, tapi juga nyindir pemerintah atau pihak yang bertanggung jawab. Mereka kayak cuma bisa ngasih ucapan belasungkawa, tapi gak ada tindakan nyata buat mencegah kejadian serupa terulang lagi.
Lagu ini kayak teriakan buat Nusantara, buat Indonesia. Tangisan dan derita kayak gak ada habisnya, bikin kita bertanya-tanya kapan sih semua ini bakal berakhir?
Jadi, lagu ini bukan cuma soal tragedi, tapi juga soal harapan dan kemarahan. Harapan buat perubahan, kemarahan terhadap ketidakadilan yang terus terjadi. Share ke temen & keluarga yuk biar makin banyak yang dengerin lagu ini!
3. namamu disini
[fozura_musikin_banner_melirik]Semoga bermanfaat.
Seneng bisa berbagi.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.