Makna Lagu Gaya Lama – Jacson Zeran Ft Silet Open Up, Juan Reza & Diyah ceritaIN tentang arti Gaya Lama tuh kayak nyindir temen yang udah ketauan bohong, tapi masih aja ngeles, dan ngasih tau kita buat jangan bego kalo udah dibohongin, mending tinggalin aja! . 馃挰
| Musisi | : | Gaya Lama |
| Judul | : | Jacson Zeran Ft Silet Open Up, Juan Reza & Diyah |
| Pencipta | : | … |
| Album | : | … |
| Rilis | : | … |
| Produser | : | … |
| Genre | : | … |
Makna Lagu Gaya Lama 路 Jacson Zeran Ft Silet Open Up, Juan Reza & Diyah
Oke, berikut adalah analisis makna lagu “Gaya Lama” dari Jacson Zeran Ft Silet Open Up, Juan Reza & Diyah, sesuai format yang Anda berikan:
Intro:
禄 Bagian intro lagu ini langsung menyentak dengan pertanyaan retoris dan pernyataan percaya diri. “Ade mo bola bale sampe mana?” (Adik mau berputar-putar sampai mana?) mengisyaratkan ketidaksabaran terhadap seseorang yang bertele-tele atau mencoba mempermainkan situasi. “Biar ade mo pake gaya lama” (Biar adik mau pakai gaya lama) menunjukkan keyakinan bahwa trik atau taktik lama tidak akan berhasil.
Reff:
禄 Reff lagu ini menjadi inti dari pesan yang ingin disampaikan. “Aduh ade nona e… mo putar bale sampe mana” (Aduh adik nona… mau berputar-putar sampai mana) kembali menekankan ketidaksabaran dan kebingungan atas perilaku orang lain. “Kaka ni pemain lama” (Kakak ini pemain lama) adalah pernyataan tegas bahwa sang “kakak” (pria) memiliki pengalaman dan tidak mudah tertipu. Secara keseluruhan, reff ini menggambarkan dinamika hubungan di mana satu pihak mencoba mempermainkan atau berbohong, sementara pihak lain menyadari hal tersebut dan mengingatkan bahwa mereka bukan orang baru dalam permainan ini.
Verse 1 & 2:
禄 “Ade mo cikar kanan sampe mana, kaka ni su makan garam” (Adik mau belok kanan sampai mana, kakak ini sudah makan garam) adalah metafora yang sangat kuat. “Cikar kanan” (belok kanan) bisa diartikan sebagai mencoba menghindari atau menyembunyikan sesuatu. “Su makan garam” (sudah makan garam) adalah ungkapan yang sangat umum di Indonesia yang berarti memiliki banyak pengalaman hidup. “Biar ade mo pake gaya lama, kaka ni su mati tanam” (Biar adik mau pakai gaya lama, kakak ini sudah mati tanam) adalah pernyataan ekstrem bahwa trik-trik lama tidak akan mempan, bahkan jika dia (kaka) “sudah mati dan dikubur”, atau sudah sangat berpengalaman dan tidak mudah ditipu. Kedua bait ini menegaskan bahwa sang “kakak” sangat berpengalaman dan tidak akan tertipu oleh taktik apapun yang digunakan.
Verse Minang (Juan Reza):
禄 Bagian lirik yang dinyanyikan oleh Juan Reza dalam bahasa Minang memberikan dimensi emosional yang lebih dalam pada lagu ini. Dia berbicara tentang rasa bimbang dan kekecewaan karena janji-janji yang diingkari. Dia merasa dimanfaatkan dan ditinggalkan. Bait ini kontras dengan kepercayaan diri sang “kakak” di bagian lain lagu, menunjukkan bahwa bahkan orang yang berpengalaman pun bisa terluka oleh cinta. Namun dia kemudian menyadari ketidak bergunaan memaksakan cinta, memilih untuk melepaskan.
Verse Silet Open Up:
禄 Verse ini menggunakan bahasa yang lebih blak-blakan dan langsung. “Jang pura-pura sembunyi talalu banya e… beta tau ko itu parlente sayange” (Jangan pura-pura sembunyi terlalu banyak… aku tahu kamu itu bohong sayang). Bagian ini menunjukkan ketidaksabaran dan kejengkelan yang lebih besar terhadap kebohongan dan permainan yang sedang dimainkan. Ancaman “awas mati nanti maso di dalam naraka” (awas mati nanti masuk neraka) adalah peringatan keras bagi orang yang berbohong dan menipu.
Verse Jacson Zeran:
禄 Jacson Zeran memberikan pandangan yang lebih tegas dan tanpa basa-basi. “Mo putar putar bale sampe tabola bale, kalo gini caranya lebe bae katong cere” (Mau putar-putar sampai terbolak-balik, kalau begini caranya lebih baik kita cerai). Dia menekankan bahwa jika hubungan terus-menerus diwarnai dengan kebohongan dan manipulasi, lebih baik diakhiri saja. “Buaya maut tipu ko ko komodo… eh ade jangan kira ka ka ni bodo” (Buaya maut tipu kamu komodo… eh adik jangan kira kakak ini bodoh) adalah ungkapan yang kuat bahwa dia tidak akan tertipu oleh siapapun, bahkan oleh orang yang paling licik sekalipun.
Bridge (Silet Open Up):
禄 Bagian bridge ini menegaskan ketidakpercayaan pada orang lain dan menolak untuk ditipu. “Ko salah tempa nona mo tipu sapa… nona ko salah main curang dengan kaka” (Kamu salah tempat nona mau tipu siapa… nona kamu salah main curang dengan kakak) adalah pernyataan bahwa orang tersebut telah salah memilih orang untuk ditipu.
Outro:
禄 Outro lagu ini mengakhiri lagu dengan penegasan bahwa sang “kakak” tidak akan tertipu, tidak peduli seberapa keras orang lain mencoba. Frasa “kaka ni su mati tanam” (kakak ini sudah mati ditanam) diulang-ulang untuk menekankan pesan ini.
Makna Keseluruhan:
Secara keseluruhan, lagu “Gaya Lama” menggambarkan dinamika hubungan yang tidak sehat, di mana satu pihak mencoba mempermainkan atau menipu pihak lain. Lagu ini adalah peringatan bagi para pelaku penipuan bahwa pengalaman dan kebijaksanaan dapat mengalahkan trik-trik murahan. Lagu ini juga menyentuh tema tentang ketidakpercayaan, kekecewaan, dan pentingnya untuk mengakhiri hubungan yang merugikan. Lagu ini menekankan pentingnya kejujuran dan ketulusan dalam hubungan dan menolak segala bentuk manipulasi dan kebohongan.
Baca Juga:
[fozura_musikin_az_musisi type=”makna_lagu”]
MeLirik Lagu Gaya Lama – Jacson Zeran Ft Silet Open Up, Juan Reza & Diyah
Salam #MasBro #MbakBro
Yuk MeLirik makna/artinya
1. Gaya Lama – Jacson Zeran Ft Silet Open Up, Juan Reza & Diyah?
Apa arti lagu ini?
Maknanya menceritakan tentang apa?
Nanti kami akan wawancara musisinya. Kita ceritain disini nanti ya.
2. musikIN
Intinya, lagu “Gaya Lama” ini nyindir abis orang yang suka bohong & mainin perasaan! Udah ketauan belangnya, masih aja ngeles.
Lagunya bilang, “eh, gue udah pengalaman, gak bakal ketipu deh sama trik murahan lo!”
Ada juga sisi galau dari lagu ini, pas bagian Juan Reza nyanyi bahasa Minang. Dia cerita soal sakit hati & janji palsu. Tapi intinya sih, jangan mau diporotin cintanya!
Terus, si Silet Open Up & Jacson Zeran makin panas! Mereka terang-terangan ngatain si tukang bohong. Pesannya jelas: “Mending putus aja deh, daripada makan ati!”
Jadi, lagu ini tuh kayak tamparan keras buat para penipu cinta. Intinya, jangan bodoh! Udah tau dibohongin, ngapain masih bertahan?
Yuk, share lagu ini ke temen atau keluarga yang lagi dibutakan cinta!
3. namamu disini
[fozura_musikin_banner_melirik]Semoga bermanfaat.
Seneng bisa berbagi.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.